1. Amirul Mukminin as berkata: Dalam masa kekacauan sosial,
jadilah seperti unta remaja[1] yang tak berpunggung cukup kuat untuk
ditunggangi dan tidak pula bersusu untuk diperah.
2. Amirul
Mukminin as berkata: Barangsiapa mengambil serakah sebagai kebiasaan, ia
menurunkan harga dirinya sendiri; barangsiapa membeberkan
kesukaran-kesukarannya, ia menyetujui penghinaan; dan barangsiapa
memperkenankan lidahnya menguasai jiwanya, ia mengaibkan jiwanya.
3.
Amirul Mukminin as berkata: Kekikiran adalah malu; sifat pengecut
adalah cacat; kemiskinan menggagalkan lelaki cerdas membela kasusnya;
orang melarat adalah orang asing di kotanya sendiri.
4. Amirul
Mukminin as berkata: Ketidakmampuan adalah petaka; kesabaran adalah
keberanian; zuhud adalah kekayaan; pengendalian diri adalah perisai
(terhadap dosa): dan sahabat terbaik adalah penyerahan (kepada Allah).
5.
Amirul Mukminin as berkata: Pengetahuan adalah harta yang patut
dimuliakan; perilaku baik adalah busana baru, dan pikiran adalah cermin
yang jernih.
6. Amirul Mukminin as berkata: Dada si arif adalah
peti besi rahasianya; keceriaan adalah ikatan persahabatan; kesabaran
yang efektif adalah kuburannya kekurangan.
Dikatakan bahwa Amirul
Mukminin as berkata dalam mengungkapkan artinya bahwa: Perdamaian adalah
penutup kekurangan; orang yang pengagum diri menarik banyak lawan
terhadapnya.[2]
7. Amirul Mukminin as berkata: Sedekah adalah obat
mujarab, dan amal perbuatan manusia dalam kehidupan ini akan berada di
hadapan matanya di waktu ajalnya.[3]
8. Amirul Mukminin as
berkata: Manusia sungguh menakjubkan; ia bercakap dengan lemak, berkata
dengan sekerat daging, mendengar dengan tulang dan bernafas melalui
lobang.
9. Amirul Mukminin as berkata: Ketika dunia mendatangi
seseorang (dengan kemurahannya), ia (dunia) mengatributkan kepadanya
kebaikan orang lain; dan bilamana ia berpaling darinya, ia merebut
kebaikannya (orang itu) sendiri (pula).[4]
10. Amirul Mukminin as
berkata: Bergaullah dengan orang lain sedemikian rupa sehingga apabila
Anda mati, mereka akan menangisi Anda dan selagi Anda hidup, mereka akan
merindukan Anda.[5]
11. Amirul Mukminin as berkata: Bilamana Anda
mendapatkan kekuasaan atas lawan Anda, ampunilah dia dengan bersyukur
karena telah mampu mengalahkannya.[6]
12. Amirul Mukminin as
berkata: Yang paling celaka dari semua manusia ialah orang yang tak
dapat beroleh beberapa saudara dalam hidupnya, tetapi yang lebih celaka
lagi ialah orang yang mendapat saudara tetapi menghilangkannya.[7]
13.
Amirul Mukminin as berkata: Bilamana Anda (hanya) mendapatkan nikmat
yang kecil, janganlah Anda menolaknya dengan tidak bersyukur.
14. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang ditinggalkan oleh kerabat dekat, akrab pada kerabat jauh.
15. Amirul Mukminin as berkata: Pembuat bencana bahkan tak dapat ditegur.[8]
16.
Amirul Mukminin as berkata: Semua hal tunduk kepada takdir, sehingga
kadang-kadang bahkan kematian merupakan akibat dari usaha.
17.
Amirul Mukminin as diminta untuk menerangkan sabda Rasulullah SAWW
bahwa: Buanglah usia tuamu (dengan mengecat rambut) dan janganlah
menyerupai orang Yahudi. Amirul Mukminin menjawab: Nabi SAWW mengatakan
ini di masa agama (Islam) baru terbatas pada beberapa orang, tetapi
sekarang karena penyebarannya telah meluas dan (agama) itu telah
berkedudukan kukuh, maka setiap orang bebas (melakukannya atau
tidak).[9]
18. Amirul Mukminin as berkata tentang orang-orang yang
mengelak berperang di pihaknya: Mereka meninggalkan kebenaran tetapi
tidak mendukung kebatilan.[10]
19. Amirul Mukminin as berkata: Orang yang berpacu dengan kendali longgar bertabrak dengan maut.
20.
Amirul Mukminin as berkata: Ampunilah kekurangan orang-orang yang
bertenggang rasa karena-bilamana mereka jatuh ke dalam kekeliruan Allah
akan mengangkatnya.
21. Amirul Mukminin as berkata: Akibat
ketakutan ialah kekecewaan, dan (konsekuensi) keengganan ialah
frustrasi. Kesempatan lewat seperti awan. Karena itu, gunakanlah
kesempatan yang baik.[11]
22. Amirul Mukminin as berkata: Kami
mempunyai hak. Apabila diperkenankan kepada kami, syukurlah; bila tidak,
kami akan menunggang di bagian belakang (punggung) unta sekalipun
perjalanan malam itu panjang.
Sayid Radhi berkata:Ini ungkapan
yang sangat indah dan fasih. Itu berarti bahwa apabila hak-hak kita
tidak diberikan berarti kita dipandang rendah. Makna ini muncul, karena
yang biasa duduk menunggang di bagian belakang punggung unta hanya para
budak dan orang-orang sejenisnya.?
23. Amirul Mukminin as berkata:
Orang yang amalnya sesuai untuk kedudukan di belakang, tak dapat diberi
kedudukan di depan karena nasabnya.
24. Amirul Mukminin as
berkata: Membantu orang yang terlanda kesukaran dan menghibur orang yang
dalam kesusahan berarti menebus dosa-dosa besar.
25. Amirul
Mukminin as berkata: Wahai Bani Adam, bilamana Anda melihat bahwa Tuhan
Yang Mahasuci menganugerahkan nikmat-Nya kepada Anda sementara Anda
tidak menaati-Nya, hendaklah Anda takut kepada-Nya.[12]
26. Amirul
Mukminin as berkata: Bilamana seseorang menyembunyikan barang sesuatu
di hatinya, hal itu akan terungkap melalui kata-kata yang tak disengaja
dari lidahnya dan (pada) rona wajahnya.[13]
27. Amirul Mukminin as berkata: Teruslah berjalan dalam sakit Anda sementara Anda masih sanggup.[14]
28. Amirul Mukminin as berkata; Zuhud yang terbaik ialah zuhud yang disembunyikan.
29.
Amirul Mukminin as berkata: Bilamana Anda melarikan diri dari dunia,
dan kematian sedang mendekat, tak ada masalah penangguhan dalam
pertemuan.
30. Amirul Mukminin as berkata: Bertakwalah!
Bertakwalah! Demi Allah, la menyembunyikan dosa-dosa Anda sedemikian
rupa seakan-akan la telah mengampum(nya).

0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !